The Curious Case of Benjamin Button – Living forward while your age is getting backward

Waktu pertama kali Rani denger judul filmnya gak begitu tertarik. Paling-paling ini mirip sama The Series of Unfortunate Events yang dibintangi sama Jim Carrey. Sama-sama film yang diangkat dari buku dan judul yang cukup kontroversial. Baru bener-bener tertarik sama film ini pas denger yang main adalah Brad Pitt dan Cate Blanchett. So, this is not just some movie. Karena Cate Blanchett selalu milih peran-perannya secara selektif. Mulai dari jadi Queen Elizabeth sampe jadi Bob Dylan, serta Irina Spalko di Indiana Jones IV. Pemenang Oscar ini selalu berakting secara total di tiap filmya. Soalnya kalo liat film terakhirnya Brad Pitt, liat aja Burn After Reading garapan The Coen Brothers yang ga ada serius-seriusnya.
Film ini bercerita soal memoar Benjamin Button yang diceritakan kembali oleh seorang anak perempuan kepada ibunya yang hampir meninggal. Benjamin Button terlahir beda. “I was born under unussual circumstances” membuka cerita. Benjamin Button lahir dalam keadaan 80 tahun namun seiring dengan perjalanan waktu ia malah tampak semakin muda dan pada akhirnya meninggal dalam tubuh seorang bayi yang baru lahir. Ia pun harus menjalani hidupnya dengan berbeda serta memiliki pandangan tentang cinta dan kematian secara berbeda.
Dengan latar yang penuh sejarah, Benjamin Button bisa dikatakan gabungan dari Forest Gump dan Lord of the Ring. Kenapa dibilang begitu? Soalnya Benjamin Button sama-sama menjadi saksi sejarah populer Amerika; berakhirnya perang saudara, perang dunia ke II, hingga Badai Katrina, trus special effect pas Benjamin berumur 7 tahun membuat Rani merasa kalo dia mirip sama Gollum yang di The Lord of the Rings. Sama-sama pendek botak trus rambutnya dikit di bagian samping.
The Curious Case of Benjamin Button bukan film pertama kolaborasi Brad Pitt dan Cate Blanchett. Setelah bertemu di film Babel sekarang untuk kedua kalinya mereka disandingkan. Apalagi setelah liat trailernya makin tertarik untuk nonton. Sinematografi yang apik bikin tertarik buat nonton. Yang bikin Rani kagum adalah kejelian sutradara untuk menekankan perubahan umur yang tampak di tinggi badan dan raut wajah para pemain. Special effect dan make-up nya bener-bener rapi dan detail. Liat aja perbedaan mukanya Cate Blanchett. Keren! Rani paling suka pas adegan Daisy tabrakan. Bahwa semua kemungkinan dapat terjadi, kita semua mempunyai hubungan di jagat raya ini, dan bagaimana setiap hal yang kamu lakuin dapat berimbas kepada orang lain. Yang agak ngebingungin mungkin hubungan si pembuat jam mundur yang di awal sama ceritanya. Hubungannya mungkin hanya kesamaan “jalan mundur” umur Benjamin dan jalannya si jam itu. Gak heran kalo film ini ikut jadi nominasi top untuk jadi jawara Oscar. Buat yang belom nonton, Rani saranin buat nonton deh… Tapi ini hanya buat kamu yang tertarik sama sinematografi dan drama, soalnya film ini tidak menyuguhkan actions atau komedi.








Wah sama seperti gua dong, gua paling suka adegan pengandaian, bener2 diedit dan ditata dengan luar biasa. Unik.
Salam kenal
sip ran, persis!
love this film..
scene demi scene yang dibangun pas andai ini andai itu juga awesome banget!
it’s a must-watch movie,I think..
The storyline is interesting,but the ending is rather sad (imho).